Polda Bali - Rekrutmen anggota Polri tahun 2018, diawali dengan seleksi penerimaan SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Dimana waktu pendaftarannya sudah berlangsung dari tanggal 16 Januari sampai dengan 1 Februari 2018.

Persyaratan khusus penerimaan SIPSS tahun ini yaitu, para peserta harus memiliki prodi kesarjanaan berijazah S2 Profesi Kedokteran Forensik, Kedokteran Klinis dan Psikologi. Kemudian berijazah S1 Profesi Dokter Umum dan S1 Sarjana Seni Musik, Psikologi, Komunikasi, Desain Grafis atau Desain Komunikasi Visual, Teknik Informatika, Teknik Kimia, Teknik Penerbangan serta D-IV Ahli Nautika TK III.

Sebelum memasuki proses seleksi, Polda Bali melaksanakan kegiatan pengambilan sumpah, pembacaan dan penandatanganan pakta integritas untuk panitia, orang tua atau wali dan peserta seleksi penerimaan SIPSS di Gedung Rupatama Polda Bali, Jumat (2/1/2018). Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si., dan Pejabat Utama Polda Bali.

Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si. mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) serta unggul dan kompetitif. Untuk itu, proses rekrutmen dan seleksi penerimaan SIPSS mengacu pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) serta Clean and Clear.

Dijelaskannya, penerimaan anggota Polri yang berasal dari sumber sarjana pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya khususnya dalam persyaratan terkait dengan latar belakang keilmuan atau keahlian yang diperlukan oleh organisasi Polri. Terbatasnya prodi yang dibutuhkan organisasi Polri berdasarkan kebutuhan riil, sehingga berpengaruh terhadap jumlah pendaftar.

“Jumlah pendaftar yang sudah terverikasi di Panda Bali sebanyak 10 orang terdiri dari 7 wanita dan 3 pria. Dengan rincian, 1 orang Prodi S2 Psikologi, 6 orang Prodi S1 Psikologi, 2 orang Prodi S1 Teknik Informatika dan 1 orang Prodi S1 Ilmu Komunikasi,” kata Wakapolda Bali.

Jenderal bintang satu di pundak ini menegaskan, agar proses rekrutmen benar-benar dilakukan dengan bersih, bebas dari segala bentuk KKN, karena output yang diharapkan dari rekrutmen ini adalah mencetak personel atau perwira Polri yang unggul. “Tidak hanya rekrutmen SIPSS saja, tetapi semua proses rekrutmen yang ada di institusi kepolisian harus berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

“Untuk itu, saya menekankan kepada seluruh orang tua atau wali dan peserta seleksi SIPSS agar tidak menggunakan sponsor atau koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon, surat atau dalam bentuk apapun kepada panitia atau pejabat yang berwenang. Jika ada yang ketahuan, secara tegas saya katakan peserta tersebut akan di diskualifikasi,” sambungnya.

Diakhir sambutannya, Wakapolda berpesan kepada seluruh peserta seleksi agar mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi semua tahapan kegiatan seleksi. Mulai dari latihan fisik, mental kepribadian maupun materi yang akan di ujikan, sehingga mendapatkan hasil sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Saat ini, institusi Polri membutuhkan perwira-perwira yang berintegritas dan profesional sesuai dengan bidang keahliannya,” tutupnya.

sumber : FB Bidhumas Polda Bali -> https://www.facebook.com/poldabali/posts/1965307960152105


Komentar