Polda Bali - Sebelum pelaksanaan seleksi Pengadaan CPNS Polri TA. 2017 Panda Bali, panitia dan peserta pengadaan CPNS terlebih dahulu melaksanakan pengambilan sumpah, pembacaan dan penandatanganan pakta integritas, Jumat (29/9), kegiatan dilaksanakan di Gedung Rupatam Polda Bali.

Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk penyelenggaraan seleksi pengadaan CPNS Polri t.a. 2017 berjalan dengan jujur, obyektif, bersih, transparan, akuntabel, unggul dan kompetitif, disamping itu juga untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pengadaan cpns polri maka diharapkan secara moral akan mengikat seluruh panitia maupun peserta seleksi dalam upaya untuk cegah dini dan menghindari adanya penyimpangan.

Kegiatan tersebut di pimpin sekaligus disaksikan oleh Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si, didampingi Kepala Biro Sumberdaya Manusia Polda Bali Kombes Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H, dalam sambutannya Waka Polda Bali menyampaikan formasi yang dibutuhkan oleh Polda Bali yaitu 2 formasi kualifikasi pendidikan S1-profesi Dokter Umum yang nanti akan ditempatkan sebagai Kapoli di SPN Singaraja dan Paurkes Polres Badung, selanjutnya 2 formasi kualifikasi pendidikan DIII-perawat untuk jabatan Banum urusan kesehatan di SPN Singaraja dan Polres Badung, sampai dengan saat ini jumlah pelamar CPNS Polri yang mendaftar online sebanyak 142 pelamar sedangkan yang terverifikasi di sekretariat Panda Bali sebanyak 46 pelamar, terdiri dari S1 profesi dokter umum sebanyak 15 pelamar dan D-III perawat sebanyak 31 pelamar untuk mengisi 4 formasi jabatan yang ada di jajaran Polda Bali.

Tahapan seleksi penerimaan Pengadaan CPNS Polri TA. 2017, Panda Bali melibatkan lembaga/instansi terkait sebagai tenaga outsourcing yang kredibel dan profesional seperti Kopertis, Diknas, Disdukcapil, Auditor IT dan pengawas Eksternal sebagai lembaga Independent dalam melakukan pengawasan seluruh tahapan seleksi pengadaan CPNS POLRI T.A. 2017, serta melibatkan pengawas internal dari unsur Itwasda dan Propam Polda Bali. “agar seluruh rangkaian tahapan seleksi dapat berjalan dengan aman dan lancar, tidak ditemukan kecurangan/penyimpangan, sehingga menghasilkan Pegawai Aparatur Sipil Negara yang Profesional, Modern dan Terpercaya.” Ujar Brigjen Pol. Alit Widana.


Komentar